Pengen Mendekat, Malah Menjauh
Kali ini masih berbincang tentang pernikahan. Suatu topik heboh di kalangan para muda. Sepertinya tidak ada yang lebih heboh untuk dibicarakan oleh para remaja kebanyakan, seperti layaknya perbincangan mereka tentang pernikahan. Meskipun ada juga yang merasa bosan. Boleh jadi, karena sang penyampai kurang memiliki kafaah ilmiyyah.
Pernikahan merupakan salah satu bentuk ibadah. Salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan tidak dipungkiri, bahwa menikah itu mempunyai banyak keutamaan.
Akan tetapi, meski demikian, masih didapati banyak hal yang perlu diberikan catatan dalam penyelenggaraan pernikahan. Karena di dalamnya ternyata masih banyak mengandung khurafat.
Seperti nama calon harus cocok, urutan anak ke berapa juga harus sinkron dengan primbon, tanggal lahir kedua calon juga harus pas dengan “hitung-hitungan” sang dukun. Kalau itu sudah lolos, masih terganjal pula dengan keharusan menikah secara urut. Tidak boleh seseorang menikah mendahului kakaknya, apalagi kakak perempuan. Katanya, itu akan membuat sang kakak tidak laku, dan sang adik juga akan menerima akibatnya karena lancang mendahului kakaknya menikah.
Yang paling alot memegang kepercayaan ini, tetap tidak mentolerir meskipun akhirnya keduanya harus menjadi perawan atau jejaka tua. Sebagian yang merasa terpaksa ‘melanggar’ adat itu mengharuskan sang adik untuk mengadakan ritual plangkahan. Yakni sebagai ungkapan permisi terhadap sang kakak yang dilangkahi adiknya untuk menikah. Jenis ritualnya bermacam-macam, dari yang sekadar hadiah, menuruti kemauan kakak, hingga ritual aneh yang bernuansa bid’ah dan syirik.
–dikutip dari ar-risalah 85
Berbagai alasan pun dikemukakan. Menuruti kemauan orang tua? Bukankah Allah telah berfirman dalam QS Luqman ayat 15, yang artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.”?
Dan bahkan, sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada seorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada seorang yang masuk neraka karena seekor lalat. Cobalah dibuka-buka Kitab Tauhid-nya.:)
Allaahumma inniy a’uudzu biKa an usyrika biKa wa ana a’lam, wa astaghfiruKa limaa laa na’lam.
Pengennya mendekatkan diri kepada Allah, tapi dengan sesuatu yang malah menjauhkan diri kepada-Nya. Apa bisa?