Posts from — September 2010
Mengeluh
Setiap didera sedikit saja persoalan, mudah sekali lisan ini mengeluh. Gampang sekali menggerutu. Merasa paling sial sedunia. Hati pun terasa sakit. Mau apa-apa rasanya malas. Tidak bertenaga.
Seakan seluruh dunia memusuhi. Sama sekali tidak berpihak pada kita.
Padahal, semua ini bermuara pada cara pandang kita. Point of view kita. Bagaimana kita memandang semua soalan. Jika berfokus pada kelemahan, pandangan selalu tertuju pada kekurangan, niscaya keluhan mudah keluar.
Selain berefek buruk pada diri sendiri, juga bisa merenggangkan hubungan dengan orang lain. Jika ada masalah dan banyak mengeluh, membuat orang lain tidak nyaman. Belum seberapa. Tidak jarang, bisa jadi malah jadi pelampiasan kekesalan kita. Efek nendang kucing, begitu Tung Desem memberikan istilah.
Jadi, tahanlah lisan kita dari keluhan dan latih diri kita untuk qana’ah. Berusahalah semaksimal kita, insha4JJ1 bisa.
Fabiayyi aalaa-i Rabbikumaa tukadzdzibaan..
September 21, 2010 2 Comments
Haruskah Menunggu Mood
Berbagai macam alasan diberikan, ketika tenggat sudah datang. Tatkala deadline hadir di depan mata. Otak pun dipaksa berputar (baca: putar otak). Dan akhirnya kerjaan pun terselesaikan.
Tak jarang, kondisi ini muncul dalam kehidupan kita. Beroleh gagasan kala akhir waktu menjelang. Baru ‘merasa’ beroleh mood saat waktu akhir pengerjaan mulai merayap mendekat. The Power of Kepepet, kata Jaya Setiabudi.
Sah-sah saja berlaku demikian. Semoga saja tidak menular dalam amal keseharian. Hendak bertobat kala ajal sudah mendekat. Karena kita tidak tahu kapan ia akan tiba.
September 21, 2010 2 Comments