Sepatu Baru
Memilih. Membutuhkan kejelian. Dan perlu keputusan yang tepat. Salah memilih, bisa jadi sesal kemudian.
Seperti tadi, misalnya. Saat berjalan-jalan di toko sepatu. Pengennya beli yang mahal, tapi setelah ditimbang-timbang, akhirnya tidak jadi. Setelah dipikir, malah tidak efisien. Butuhnya hanya untuk alas kaki. Kenapa memilih yang mahal. Kalau lah jadi keambil yang mahal, paling juga jarang dipakai. Eman buat dipakai di kaki. Halah.:)
Tapi, kalau dapat yang murah dan kualitasnya oke, kenapa tidak?:p
Comments
2 Responses to “Sepatu Baru”
Leave a Reply
“Ajining diri gumantung ono lathi, ajining rogo gumantung ono busono.” Kadang sesuatu terkesan mahal karena tidak sedang membutuhkannya atau tidak tahu kegunaannya. Pun begitu, kadang sesuatu terkesan murah atau “pantas” saat kita sangat memerlukannya.
Jadi, sesalkah?