Mengalir
Kala membaca tulisan yang mengalir, pengen rasanya bisa menulis seperti itu. Tidak sekadar menulis panjang tanpa makna. Pengennya bisa menyederhanakan yang sulit. Mudah dicerna dan diterima. Yang bisa menggerakkan.
Bagaimana caranya? Ada yang berkenan mengajarkan?
Jazaakumullaah khair.
Comments
5 Responses to “Mengalir”
Leave a Reply
Wallaahu a’lam. Kalo ud dapet ilmunya, ajarin yak
BTW, mungkin bisa secara menulis dengan hati
. Klo mengacu satu perkataan, wanita yang menangis dari hati itu berbeda dengan yang menangis karena dibayar (bener ga? lupa kalimatnya).
OOT, di sini mati listrik diistilahkan dengan aliran. Mengalir = mematikan listrik? (salah sepertinya). *ga nyambung mode:on*
@ arifromdhoni
Subuh-subuh sudah hattrick.
*halah*
Entah ente sadari ato ga’. Tulisan ‘mengalir’ ente benar-benar mengalir. Konsepnya sederhana saja, apa yang ada di hati ente tulis aja. Ikuti saja kemana hati berkehendak. Pendapat orang dan lain-lain jangan dilibatkan saat menulis. Mudah-mudahan bermanfaat. (ane kayak penulis terkenal yg lagi ngasih ilmu yach! :D)