Mengalir

Kala membaca tulisan yang mengalir, pengen rasanya bisa menulis seperti itu. Tidak sekadar menulis panjang tanpa makna. Pengennya bisa menyederhanakan yang sulit. Mudah dicerna dan diterima. Yang bisa menggerakkan.

Bagaimana caranya? Ada yang berkenan mengajarkan?

Jazaakumullaah khair.

Comments

5 Responses to “Mengalir”

  1. arifromdhoni on July 29th, 2008 3:41 am

    Wallaahu a’lam. Kalo ud dapet ilmunya, ajarin yak :)

  2. arifromdhoni on July 29th, 2008 3:43 am

    BTW, mungkin bisa secara menulis dengan hati :grin: . Klo mengacu satu perkataan, wanita yang menangis dari hati itu berbeda dengan yang menangis karena dibayar (bener ga? lupa kalimatnya).

  3. arifromdhoni on July 29th, 2008 3:50 am

    OOT, di sini mati listrik diistilahkan dengan aliran. Mengalir = mematikan listrik? (salah sepertinya). *ga nyambung mode:on* :mrgreen:

  4. ihsan on July 29th, 2008 4:45 am

    @ arifromdhoni
    Subuh-subuh sudah hattrick.
    *halah*

  5. sulaimann on July 30th, 2008 9:52 am

    Entah ente sadari ato ga’. Tulisan ‘mengalir’ ente benar-benar mengalir. Konsepnya sederhana saja, apa yang ada di hati ente tulis aja. Ikuti saja kemana hati berkehendak. Pendapat orang dan lain-lain jangan dilibatkan saat menulis. Mudah-mudahan bermanfaat. (ane kayak penulis terkenal yg lagi ngasih ilmu yach! :D)

Leave a Reply