Bertanya Pada yang Salah Bisa-bisa Tersesat
Suatu ketika, saat menelepon teman. Di kala saya hendak pergi ke kota seberang untuk shopping. Pengennya seh, hanya menawarkan bantuan. Kalau-kalau beliau berkehendak untuk menitip sesuatu dan konfirmasi waktu. Beberapa masa sebelumnya, beliau mengontak saya untuk menengok komputer temannya yang katanya sakit parah. Hidup segan, mati tak mau. Begitu kata teman beliau.
Tapi, apa dinyana. Beliau berkehendak untuk datang sore hari. Sepulang saya dari shopping (kayak ibu-ibu-muda ya :p). Yang mengejutkan seh bukan itu. Ternyata ada pesan sponsor. Katanya ada yang ngebet(?) ketemu dengan saya.
Hmm.. saya desak, tidak juga mengaku. Sampai-sampai saya mengancam (wuih, ngeri rek!). Tapi, akhirnya saya luluh juga :p.
Akhirnya, tibalah masanya. Sekitar jam lima sore, terduduklah di bangku depan, tiga orang teman saya. Yang dengan setia menanti. Menanti dengan pasti.
Gubrak!! Ternyata, beliau membawa teman yang telah dirujuk teman saya yang lain (sebut saja Sidia). Teman ini menanyakan tentang Sidia. Tentang kesehariannya, tentang kepribadiannya, dll. Semua tentang Sidia lah, materi pertanyaannya. Singkat kata, pengen ta’aruf. Oiya, Sidia ini puteri loh.:D
Akhirnya, dengan celingak-celinguk, saya bingung juga. Meski pernah satu organisasi dengan Sidia, tapi beda angkatan. Sidia keluar, saya baru masuk.
Pun saya bukan tetangganya, dan juga belum pernah safar dengan Sidia. Jadi, bisa dikata, saya belum begitu mengenalnya, sebagaimana kata Umar bin Khattab, seperti yang dikutip oleh Fauzil Adhim dalam Kado Pernikahan untuk Diriku Istriku.
Meski malu bertanya sesat di jalan, tapi bertanya pada orang yang salah bisa-bisa menyesatkan. Jadi, maafkanlah saya, teman, bilamana saya hanya bisa menjawab, Laa Adri.
Segmentation Fault
Panik. Pidgin gak mau dipakai. Coba dipanggil dari console, muncul pesan Segmentation Fault. Bertanya sama google, akhirnya terdampar di tempat mas Dedi.
Setelah dibaca sekilas, resep yang diberikan segera ditebus. Tapi, pidgin tetap mogok. Entah salah penerapannya atau yang lain. Intinya, saya merasa tersesat.
Dan akhirnya, saya tersadar juga. Ternyata, beberapa saat sebelumnya saya iseng-iseng mencoba resep-internet-cepat-nya mas Harry.Kemudian settingan proxy dikembalikan seperti semula, lalu jalan deh Pidginnya.
Bener gak ya analisa dugaan saya? Karena masalah proxy atau emang ada masalah di Pidginnya?
Undangan Walimah
Ku berangkat menuju terbenamnya matahari,dengan segenap kemantapan hati, ‘tuk melengkapi setengah dien dalam hidup ini.Simpuh takzim berharap doa kepada Anda semua atas keberkahan perjalanan kami ke sana. Sudilah bersedekah maaf atas bakti kami yang ternoda, janji kami yang belum terlaksana, dan akhlak kami yang kurang berkenan di dada: demi lapangnya hati, di awal perjalanan ibadah kami bersama. Sekali lagi mohon doa restu untuk kami berdua.
Lembur?
Lembur, acapkali bermakna ada tambahan untuk mengepulkan dapur. Bukan sekadar dapurmu. Bekerja di luar jam kerja yang semestinya. Dan akhirnya, ada tambahan kepulan di awal bulan.
Begitulah cerita yang mesti dilakoni oleh para karyawan. Yang mestinya kerja diselesaikan seharian, ada tambahan. Tambahan jam, yang juga tambahan penghasilan. Terkadang mesti menambah waktu semalaman.
Tapi, bagaimana jika dikerjakan di luaran? Adakah tambahan jam ini juga menambah penghasilan?
Jangan kepada saya soalan ini ditanyakan. Karena status saya sekarang bukanlah seorang karyawan.
Mohon perkenan, ini hanya sekadar hiburan. Teman begadang semalaman. Itung-itung sambil belajar membuat tulisan. Meski terkesan asal-asalan; bagaimana pendapatmu, kawan?