Cuma Sedikit
Ada yang mengeluh, bertanya, kenapa nulisnya cuman dikit-dikit, gak banyak. Entah mengapa, tiba-tiba, ianya bertanya seperti itu. Aku tidak tahu. Yang pasti, jawabannya karena aku sedang belajar menulis. Seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Meski tidak tertutup kemungkinan, kalau tulisan-tulisan—yang boleh jadi menurut sebagian sidang pembaca tidak bermutu, hanya berisi keluhan—ini akan menjadi buku.
Tapi, kalau jadi buku, apa gunanya blog? Mending langsung nulis buku.
Ada yang perlu penulis?
Comments
6 Responses to “Cuma Sedikit”
Leave a Reply
Klo editor ada yang perlu. Mau?! Tapi ada aturan mainnya. Gimana?!
Ass. wr wb.
Dari yang sedikit Insha Allah akan menjadi bukit. Awalnya hanya blog, siapa tahu ada yang pingin membukukan.
Salam kenal
Ayo Menulis!
#sulaimann
Japri ajah!:D
#Rumah Islami
Wa ‘alaikum salam
Aamiin. Semoga saja ada yg terketuk.
Salam kenal juga dan terima kasih sudah sudi berkunjung.
#arifromdhoni
hayuh!
he he he he
[...] hanya sekadar hiburan. Teman begadang semalaman. Itung-itung sambil belajar membuat tulisan. Meski terkesan asal-asalan; bagaimana pendapatmu, kawan? Posted by ihsan on Friday, June 6, 2008, at 12:45 am. Filed under [...]