Iklan Apple Computer, 27/9/97

Berikut ini untuk mereka yang gila, aneh, pemberontak, pembuat masalah, salah tempat, yaitu orang yang melihat sesuatu secara berbeda. Mereka tidak menyukai peraturan, dan mereka juga tidak menghormati status quo. Anda dapat menilai mereka, tidak setuju dengan mereka, memuji atau menjelek-jelekkan mereka. Tetapi satu hal yang tidak bisa Anda lakukan adalah mengabaikannya, karena mereka mengubah sesuatu. Mereka mendorong umat manusia maju ke depan, dan sementara beberapa melihat mereka sebagai orang yang gila, kami melihat mereka genius, karena orang yang cukup gila untuk berpikir mereka bisa mengubah dunia, adalah orang yang akan melakukannya.

Virus..

Jalan-jalan ke toko buku. Akhirnya tertambat pada sebuah buku. Judulnya Virus Anti-Gagal, Inspirasi Bisnis a la Londen. Ada sebuah tulisan menarik. Nih, simak ya!

Beberapa fakta seputar orang pintar versus orang bodoh

  • Orang bodoh sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga dia terpaksa membuka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses, dia harus merekrut orang pintar. Alhasil, orang bodoh tadi menjadi bosnya orang pintar.
  • Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar para pelamar kerja.
  • Ketika bisnis sedang lesu, orang bodoh mem-PHK orang pintar. Sebaliknya, orang pintar berdemonstrasi menolak PHK. Akhirnya orang pintar meratap-ratap kepada orang bodoh.
  • Bill Gate, Michael Dell, Henry Ford, Alfa Edison, Tommy Soeharto, Anthoni Salim, dan banyak lagi adalah orang-orang bodoh yang tidak lulus S1. Akan tetapi, ribuan orang pintar bekerja pada mereka.

Jadi, lebih memilih yang mana, menjadi orang pintar atau menjadi orang bodoh. Lebih baik menjadi orang bodoh yang pintar daripada menjadi orang pintar yang sering dibodohi.

Kutipan ini berada pada halaman 9 sampai halaman 10. Check it out!:)

Belanja

Hari ini terdampar di toko buku. Beli tiga buku, habis 112 ribu. Menambah penduduk kamar neh. Ada bermacam-macam ras. Ada buku agama, komputer, desain, manajemen, pernikahan, sampai kertas koran pun ada. Belum pernah ada sensus seh, jadi gag tahu pasti berapa jumlah penduduk totalnya. Tapi yang pasti; penduduk kamar bertambah, tapi luas kamarnya tetap. Bagaimana pula ini? Ada yang mau bantu ngurus, terlebih bila mau membacakan?:)